Senin, 04 November 2013

Belajar Dari Setiap Kehilangan

Foto Pribadi

Catatan lama yang terselip di file tak karuan ini baru sempat saya publish :)


Jumat subuh minggu lalu kurasakan sangat berbeda. Kebiasaan mencarai HP setelah bangun tidur, kemudian mantengin beberapa status di beranda Facebook sebelum subuh merupakan salah satu caraku agar ngantuk dan malas segera menghilang. Perasaan kaget serta tidak percaya itu datang seperti mimpi. Seorang teman Wartawan yang bekerja di salah satu Media besar di Jakarta membuat status sekitar dua jam yang lalu; innalillahi wainna illaihi rojiún, Uje…


Aku yang masih belum begitu sadar dari rasa kantuk, segera terperanjat. Apakah aku yang bermimpi. Atau temanku ini yang salah bikin status. Segera ku cari-cari tiket pengajian Ustad Jefry Al-Buchori yang rencanannya akan aku hadiri pada minggu ini. Ha, benarkah? Bukankah beliau ini masih muda? Bukankah beliau minggu ini akan mengisi tausyiah di Hong Kong? Detak jantungku semakin berlari tanpa bisa aku kendalikan. Jemariku bergetar di atas layar HP ketika  mencari kebenaran berita itu. Innalillahi wainna illaihi rojiún, ternyata tidak  ada yang salah. Dia telah pergi. Kecelakaan itu telah Allah takdirkan sebagai alasan kepergiannya. Pagi itu menjadi subuh yang sangat berbeda buatku. Larut dalam sujud serta linangan air mata.  Di atas sajadah itu aku merasa sangat takut. Ya Allah, semua akan kembali padamu. Tak ada kepastian tentang apa yang akan terjadi di hari esok dan kemudian hari.



Jumat itu menjadi Jumat berkabung. Rasa kehilangan menyusup pada setiap relung hati. Tidak hanya keluarga saja yang merasa telah di tinggal pergi. Seluruh portal pemberitaan on line menjadikan kepergian Ustadz yang dikenal gaul itu menjadi headline. Pembahasan penyebab kecelakaan hingga latar belakang kehidupan personal dari Uje seakan menjadi magnet tersendiri. Air mataku menetes, dadaku terasa sesak sekali. Foto-foto yang tersebar di internet itu seakan menyuruhku untuk segera bercermin. Menjadi pengingat tentang siapa aku. Dan apa yang akan menjadi tujuanku dalam hidup ini? Ya Allah, ribuan orang menangisi kepergian beliau. Ribuan orang menshalatkan beliau. Ribuan orang membacakan doa Al-fatihah pada beliau. Menggemakan nama-nama Besar Allah, memintakan ampunan atas segala dosa dan khilaf beliau. Bagaimana dengan kematianku nanti? Bagaimana jika aku nanti meninggal di sini, di saat aku masih jauh dari keluargaku? Bagaimana Ya Allah?  Banyak pertanyaan yang berkecamuk di benakku. Banyak pertanyaan yang akhirnya hanya terjawab di atas sajadahku. Di shalat dan doaku. Di sebuah kepasrahan, aku hanya bisa meminta dan menangis. Terlalu banyak alasan, sehingga lalai lebih sering menjadikan diriku menjauh pelan dari-Nya selama ini.



Tentang kematian, dia memang adalah sebuah kepastian. Sesuatu yang akan datang dengan paksa, tak mengenal usia. Tanpa harus bertanya dahulu sudahkah kita siyap terhadap kedatangannya? Banyak orang yang berpendapat dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka. Sampai lama-kelamaan, mereka mati bersamannya. Penyesalan, sama seperti hidup. Sama seperti kenangan. Adalah hal yang sangat mengerikan. Mendadak aku teringat perbincangan seseorang di waktu yang belum lama ini; Ah, sudahlah nanti saja tobatnya. Kalau kita sudah pulang ke Indonesia. Kalau umur kita sudah tua. Mumpung sekarang kita bisa, jadi ya harus di buat senang-senang sepuasnya, kenapa kok di sia-siakan! Astagfirullah hal’adzim.





Ya Allah, aku memang tidak mengenal secara dekat siapa Ustad Jefry,  tetapi jujur saja, aku mendapatkan hikmah yang luar biasa dari kepergian beliau. Aku menyadari masih terlalu banyak kekuaranganku di masa lalu. Masih terlalu sedikitnya amal ibadahku yang kelak akan aku jadikan ia sebagai pertolonganku. Cukuplah kematian sebagai pelembut hati, pengucur air mata, pemisah dengan keluarga dan sahabat,  serta pemutus angan-angan.  Allahumma Ya Allah, hamba mohon hidup selalu dalam hidayah-Mu, dalam ketaqwaan, dalam kemampuan. Allahumma Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang Kau ikhlaskan, berilah rizki teragung dengan sifat ikhlas di hati, pikiran, dan amal hamba. Sucikan diri hamba dari sombong, riya, ujub, dan semua penyakit hati. Amin. ***Ani Ramdhan***

Senin, 20 Mei 2013

Life and Loving Your Self



This pic was taken while i across the road in Tsuen Wan three years ago. This man is one of my inspiration in life to loving my self better. I've done one article in my own blog also because his passion. I've learned, at the the time, my life just seemed too complete. And maybe we have to break everything to make something better out of ourselves. Even pain can be teacher! 

Selamat Menempuh Hidup Baru

Foto: https://www.facebook.com/Ani310779?ref=tn_tnmn



Selamat. Ya, selamat. Jika saja aku bisa datang di hari itu. Hari  yang selalu  kau impi-impikan semenjak lama , aku ingin datang. Melihatmu bahagia. Mengucap kata selamat padamu. Menggenggam tanganmu, dan ingin sekali kutatap mata itu untuk terakhir kalinya. Sorot mata yang selalu teduh. Selalu membuatku ingin menangis ketika menatapmu.  Apa lagi yang kita tunggu, Nda? Bukankah pertanyaan itu selalu kau ulang-ulang?. Bahwa menikah memang bukan sesuatu yang rumit, tapi apa mau dikata jika memang perjalanan kita tidak berakhir pada satu muara.


Terimakasih.
Terimakasih sekali lagi. Untuk dua tahun yang telah kita lewati. Banyak orang yang mencibir kisah kita. Mempertanyakan kepastian hubungan kita, tetapi engkau selalu di sana. Bersamaku. Ya, jatuh cinta denganmu memang suatu anugerah.  Tak perlu orang lain tahu tentang apa yang sering kita sebut bahagia. Air mata yang sempat mengalir di mata kita, adalah bukti. Bahwa kita memang bahagia. Hingga akhirnya, realita kehidupan itu datang di hadapan mata. Selanjutnya, memang kita belum siap berada di sana. Di antara himpitan cerita suram  yang sering kita sengajakan untuk meletakkannya menjauh. Bahwa hidup tak melulu berbicara cinta. Masa depan, serta mimpi-mimpi yang selalu kita angkat dia setinggi gunung-gunung yang menjulang. Atau menyimpannya ke dalam almari besi yang kuncinya hanya aku dan kamu saja yang tahu.


Ah, sudahlah. Tak perlu kita bertanya-tanya lagi kenapa kok jadi begini. Bukankah yang hidup saja bisa mati. Apalagi dengan pertemuan? Jika pun perpisahan ini adalah jawaban dari doa-doa yang kita rapalkan, menerimanya adalah keputusan yang terbaik. Bukankah begitu?


Malam itu, aku melihat foto persiapan di pestamu. Kemudian foto selanjutnya adalah kamu bersamanya. Bersama wanita yang selama satu tahun ini telah datang mengisi harimu. Menggantikan posisiku di hatimu. Yang kemudian, wanita itu akan melukis pena yang berbeda pada kertas-kertas yang tersisa di hatimu, nanti. Dan mungkin saja, aku sempat salah melukis warna di sana. Ah, banyak orang mengira aku akan sakit. Banyak orang mengira aku akan terluka. Tetapi, apa buktinya. Tidak ada.  Ya, aku menjawabnya tidak ada. Setidaknya untuk saat itu.

Selamat Hidup Baru untukmu.
Sekali lagi selamat. Semoga dia memang wanita yang tepat untukmu. Untuk masa depanmu, dan kebahagiaanmu. Seperti mimpi-mimpi yang sempat kau bisikkan padaku, ketika itu.


Kenedy Town.20.05.2013

Rabu, 15 Mei 2013

Bertemu Omar Regan


Foto: Serving Islam Team HK

Omar Regan adalah Aktor Amerika, Komedian, Direktor yang dibesarkan di Detroid , Michigan. Dia memulai awal karirnya dengan menulis syair lagu sekitar usia 9 tahun. Kemudian pada bulan November 1999, Regan mulai melompat di atas panggung hiburan sebagai stand-up comedy di salah satu Klub local di kawasan Detroid. Menggeluti dunia komedi dengan segala seluk beluk dan perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya Regan menyadari bahwa dunia acting adalah bagian yang tak bisa lepas dari hidupnya.
Setelah bergelut dengan lakon komedi lokalnya, Omar Regan meninggalkan Detroit untuk kemudian hijrah ke Hollywood. Pada tahun 2001, Regan mendapat tawaran sebagai pemeran pengganti Chrish Tucker dalam filmnya Rush Our 2. 

 Melanjutkan perjalanannya, menginjak tahun 2007, Regan mendapatkan undangan untuk melaksanakan ibadah Haji bersama dengan beberapa artis muslim lainnya. Setelah perjalanan ibadah Haji itulah, kemudian Regan mengganti alih gaya komedinya; yang semula hanya ingin membuat orang lain tertawa dan bahagia, hingga kemudian dia ingin melakukan hal yang lebih. Sesuatu yang lebih mempunyai manfaat.


Tak ada niat baik yang jalannya akan dipersulit, sesuai janji-Nya, hingga inspirasi itu datang menghampiri. Memulai kembali menulis, tetapi kini dengan format yang berbeda; ia menulis tentang beberapa materi pendidikan tentang pengarahanhidup secara  islam yang dapat dibaca dari segala usia. Perjalanan hidup yang terus bergulir, membawa karirnya kemudian bergabung dengan beberapa comedian muslim lainnya, hingga kemudian mereka lebih dikenal di kalayak dengan sebutan; comedian halal.  

Pada tahun 2008, Regan berkesempatan mendatangi kembali kota suci Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji. Bertepatan saat itu, dia di wawancarai oleh TV Al-Jazeera, dan menjadi awal dari langkah karirnya di comedian halal. Setelah video tersebut di upload, jutaan viewer membludak dengan cepat  dari para penggemarnya di Youtube yang tersebar di beberapa negara. Semenjak itulah, dia mulai diundang untuk berbicara dan tampil di berbagai konvensi baik lokal maupun internasional, memberikan motivasi kepada kaum muda.


Dan akhirnya, setelah selama ini hanya bisa menjadi bagian dari jutaan fansnya yang dapat menikmati aksi kocaknya dari Youtube, kesempatan itu datang juga. Hehehe, saya sangat senang ketika itu.  #eh wajar kali yaaa, saya kan ngefans sama gaya kocaknya, tidak lebih kok :P

Sabtu sore, setelah kedatangannya di Hong Kong, Regan sempat mengupload salah satu ucapan selamat datangnya, dan begitu excitednya dia dengan perjalanannya di Hong Kong ini. Kemudian, saya sebagai followersnya, juga sempat komentar di foto yang dia upload,  welcome Hong Kong Brother Omar! tetapi kemudian tak ada balasan atau mention darinya. #sedikit kecewa siih!


Besoknya, pada Convention International; yang merupakan acara tahunan yang digelar oleh Serving Islam Team Hong Kong dan juga ada Omar Regan menjadi salah satu pembicarannya, saya tidak meninggalkan kesempatan itu. Sangat menikmati gaya kocaknya, dan ternyata tak beda jauh dengan apa yang selama ini saya sering tonton dari Youtube. Hingga akhirnya break shalat Zduhur datang, banyak orang berkerumun minta foto bersamannya. Tetapi saya hanya bisa menatapnya dari jarak yang lumayan dekat. Hehehe bukannya apa, saya takut berdesakkan dengan beberapa lelaki yang tubuhnya gede-gede seperti tiang listrik itu loooh cyiiiiiin J

Tapi kalau yang ini sihh, saya lebih senang menyebutnya keberuntungan kali ya. Atas saran seorang teman yang kebetulan menjadi panitia acara,  saya dan beberapa teman dari Indonesia mendapatkan kesempatan berfoto tanpa harus berdesakan dan antri lagi. Alhamdulillah, tidak ada kebahagiaan dari seorang penggemar selain bertemu orang yang digemari #eeeeh, kok jadi meloow gini siiih cyiiiin J


“Assalamualaikum brother Regan.”
“ Walaikumsalam warrahmatullah, aaahhhha, I know you. I remember you.” Dengan gayanya yang humble, dan bersahabat layaknya kawan lama yang berjumpa kembali, dan  tanpa pernah  saya kira, ternyata komentar saya semalam di salah satu postingan foto di Instagram mendapatkan  perhatiannya. #senangnyaaa saya.


“MasyaAllah, are you guys from Indonesia.” Dan perbincangan kami dalam beberapa hitungan menit kemudian  mengalir, membuat kami seakan kawan yang sangat dekat. Disaat saya nyeletuk kenapa akun saya di Instagram kok tidak di folback dia hanya menjawab santai; I will. Waktu shalat zduhur akhirnya mengakhiri perbincangan kami. Malamnya, setelah acara selesai, hape saya bergetar. Mentioned dari akun Intagram saya mengirimkan kabar gembira. Ehhh, cyiiin. Abang Omar Regan akhirnya Folback akun Instagram saya sesuai apa yang dia bilang. #weddduuuh biasa aja kaliii yaaaa. Kagak usah segitunyaaa kegirangan, la wong dia juga manusia biasa juga. Weduuuh, curhatnya berkepanjangan cyiiiin. Intinya siiih malam itu, saya tidur dengan perasaan nyaman dan tenang. Terimakasih Allah. What a wonderfull life! Selalamat tidur cyiiiiin J


Akhirnya, ketemu juga.





Majalah Iqro sampai juga di tangan Brother Omar Regan!


Kenedy Town. 16 May 2013.
Ani Ramdhan



Berbagi Bersama Mualaf Filippina





Dijembatani oleh Serving Islam Team Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong (DD-HK),  turut berbagi dengan menyerahkan Buku tuntunan belajar mengaji Iqro dengan para Mualaf dari Filippina yang berada di Hong Kong.  Ahad (10/3), acara yang digelar di Stanley itu dirangkai dengan suasana yang santai serta kekeluargaan. Acara out door yang merupakan rangkarain rutin bulanan dari kelas Serving Islam Team HK tersebut di hadiri oleh para murid yang sebagian besar Mualaf.  Tidak hanya dari Filippina saja, tetapi  mereka juga berasal  dari India, Mesir, Pakistan, Afrika, dan juga Arab.



“ Thank you so  much. What wonderful blessings of Allah. May Allah grant us all what is best for us in this life and hereafter!" Disampaikan dengan rasa haru oleh seorang Mualaf, setelah penerimaan beberapa exlempar Buku tuntunan mengaji Iqro.
Memasuki waktu dzuhur, kemudian acara berpusat menuju Masjid.  Karena Masjid Stanley  berada di lingkungan dalam Penjara Stanley, jadi tidak semua orang dapat masuk serta mengakses tempat ini secara bebas.  Hanya orang-orang tertentu yang sudah mempunyai izin yang dapat masuk ke lingkungan Masjid. Suasana Masjid yang bersih dan tenang semakin menambah hikmad para jamaah untuk melaksanakan solat dzuhur berjamaah. Setelah melaksanakan solat  dzuhur berjamaah, acara berlanjut dengan bimbingan gerakan solat lima waktu yang dipimpin Brother Wael Ibrahim dari Serving Islam Team Hong Kong.



Antusias yang luar biasa nampak dari beberapa Mualaf. Penjelasan tentang solat tidak hanya melalui teori saja, namun langsung dilakukan dengan melakukan praktek bersama. Dimulai dari posisi disaat kita berdiri diantara  jamaah, berlanjut dengan keselarasan posisi barisan atau shaf. Kemudian di awali dengan  niat, takbiratul ihrom, gerakan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, serta posisi yang benar menurut Islam ketika kita melakukan pergerakan posisi dari sujud ke tahiyat akhir.  Hingga berakhir dengan gerakan  salam.


 Setelah melaksanakan praktek solat, kemudian sesi tanya jawab pun tak luput dari antusias para Mualaf.  Berbagai hal yang masih belum dimengerti benar, ditanyakan oleh mereka dengan rasa ingin tahu yang luar biasa.  Acara ditutup dengan doa serta ramah tamah sebentar. Keindahan silaturahmi dalam Islam sangat nampak terasa. Tidak mengenal kulit, bahasa, serta asal muasal kebudayaan yang sangat jauh berbeda.  Mereka bersatu dengan keselarasan damai tanpa membeda. Semua seakan sirna dengan satu kata,  yakni Islam. 

Senin, 23 Juli 2012

Berkunjung ke Hong Kong Book Fair


13429751691978105012
Foto:  Ani Ramdhan 

Minggu 22 Juli 2012 ,  saya berkesempatan berkunjung ke Hong Kong Book Fair.  Pameran tahunan yang diselenggarakan oleh  Hong Kong Trade Development Council (HKTDC).  Event yang selalu ditunggu-tunggu oleh mereka pecinta buku. Biasanya, di Hong Kong sendiri acara ini digelar pada bulan Juli.  Dan untuk tahun ini, Hong Kong Book Fair dibuka semenjak tanggal 18-24 Juli 2012. Dengan mengusung sebuah tema, yakni “Reading the World, We Read Therefore We Know.”



Bertepatan hari ke dua bulan puasa di Hong Kong, cuaca yang sangat panas, agak sedikit berkurang karena datangnya anginTyphone tingkat 1. Tetapi bukan berarti, suasana pameran akan terasa sejuk dan adem karena AC yang terus menyala.  Ribuan pengunjung padat berjubel semenjak antrian di luar yang mengular dan terjaga  ketat oleh barisan-barisan Polisi. Diikuti oleh 530 stand pameran dari 20 negara, pameran ini menjadi sebuah daya tarik liburan musim panas bagi keluarga-keluarga di Hong Kong.  Karena pada bulan Juli ini, para pelajar di Hong Kong sudah memasuki liburan musim panas.  Dan akan kembali ke bangku Sekolah setelah liburan musim panas, yakni pada awal bulan September.
Bertempat di Hong Kong Convention and Exhition Centre 1 Harbour Road, Wanchai, pameran bisa dinikmati sesuai jadwal waktu yang telah ditentukan.


FAIR DATE
OPENING HOURS
18-19 July 2012 (Wed-Thur)
10am-10pm
20-21 July 2012 (Fri-Sat)
10am-12 midnight
22-23 July 2012 (Sun-Mon)
10am-10pm
24 July 2012 (Tue)
9am-5pm


Sementara untuk pembelian tiket masuknya, terbagi menjadi dua waktu. Untuk pengunjung yang datang dibawah jam 12 siang, maka harga tiket dapat diperoleh dengan hanya membayar $10 per lembar. Berlaku sama antara orang dewasa dan anak-anak. Sementara bagi pengunjung yang datang di atas jam 12 siang, maka harga perlembar tiketnya berbandrol $25, berlaku untuk dewasa. Dan harga $10 perlembar tiketnya tetap diberlakukan  untuk anak-anak.  Tidak hanya itu, Hong Kong Book Fair sendiri, juga mendirikan counter pembelian tiket khusus bagi penyandang cacat yang diterbitkan oleh Biro perburuhan dan kesejahteraan dengan harga $10 per lembarnya.  Pelayanan kenyamanan konsumen yang menurut saya sangat melegakan.

1342974077992399039
Tiket
Satu hal yang terlihat sangat unik dan sepertinya ini memang diwajibkan bagi siapa saja yang berkunjung ke Book Fair.  Ialah tentengan tas-tas ransel yang besar serta troli-troli yang biasa digunakan untuk mengangkat barang berat ketika belanja. Bahkan, ada di antara mereka yang sengaja membawa Koper besar,  sama seperti ketika kita hendak bepergian ke luar kota.
1342975029756485207
Kemudahan fasilitas lainnya juga disedikan oleh pengelola acara Book Fair.  Bagi pengunjung yang membeli buku dalam jumlah banyak dan tidak membawa Troli, dan terasa berat untuk membawa pulang dalam jumlah yang sedemikian, maka dapat memanfaatkan fasilitas pengiriman barang yang counternya juga sudah tersedia di salah satu sudut jalan menuju exit. Dan juga tersediannya Kafetaria di dalam ruangan pameran, di mana pengunjung tidak perlu bersusah payah harus keluar masuk ruangan hanya untuk membeli air.
1342974350974982153
Sudut pameran.
1342977190216216433
Sudut pameran.
134297723063093099
Sudut pameran.
Berada di antara ribuan buku-buku. Berjubel di antara gerak cepat dan sikut-sikut bahu memang merupakan sensasi sendiri ketika kita berada di sebuah pameran buku.  Ketika saya berkeliling dari satu counter ke counter lain, ditemani seorang teman, Aulia, sempat berhenti di salah satu stand pameran buku dari India.  Ternyata tidak hanya Buku yang mereka pamerkan. Tetapi juga merupakan tampilan beberapa kebudayaan. Terdapat beberapa volunteer yang sedang melukis Inai atau biasa disebut Henna.  Dikenakan tarif  $30 per orang bagi mereka yang berkeinginan untuk mencoba lukisan tangan dengan corak cantik yang biasanya lebih sering saya  lihat pada acara pengantin mempelai wanita di film-film India. Dan juga, tiga orang yang sedang menyanyi dalam bahasa India, tetapi secara wajah mereka nampak bukan dari orang India asli. Tetapi wajah mereka adalah wajah orang barat. 


 Chant Hare Krishna and Be Happy. Hare Krishna. Hare Krishna. Diiringi  dengan Tabla, Daburka, nyanyian itu berlangsung dengan nada sama, dan terus berulang. Tergelitik dengan apa yang dinyanyikan, saya bertanya kepada salah seoarang wanita India yang berada di counter tersebut. Apa arti dari lagu yang dinyanyikan, kok nadanya tetap sama serta berulang? Dan dia dengan senang hati menjelaskan, jika Hare itu dalam bahasa India berarti Indah. Dan Krisna itu berarti Tuhan. Jadi arti dari keseluruhan, yang dapat saya fahami, adalah mereka menyanyikan pujian, bahwa Tuhan itu sebenarnya indah.  Maka berbahagialah.
13429745221881979510
Chant Hare Krishna and Be Happy.
1342974829584936389
Berminat melukis Henna? Hanya $30.
Berada dalam satu gedung yang sangat luas, antrian berjubel serta kebisingan saling tawar yang seperti lebah sudahlah pasti membuat sesiapa saja pengunjung berkeinginan untuk segera memilih buku, mengantri di kasir, kemudian pergi. Eiiits, tunggu dulu ya. Janganlah tergesa-gesa memilih dan membayar. Ada baiknya    kita menyengajakan melihat-lihat dulu secara harga dari satu counter ke counter lainnya. Membandingkannya untuk kemudian membelinya.  Karena saya sudah membuktikan. Buku Tuesday With Morrie yang saya temui di counter pertama berbandrol harga $78 per exlempar. Tetapi pada sudut berlawanan counter dengan jarak langkah yang lumayan jauh dapat saya temui karya-karya Mitch Albom berjejer dengan karya-karya best seller  lainnya dengan harga yang sangat berbeda. Yakni seharga $120 untuk 3 exlempar Buku. Nah,lo. Bukankah ini sesuatu banget. Hehe.
13429746061553549211
Karya-karya Mitch Albom.
1342974659750908957
Sudut pameran.
Dan satu lagi, kalau kita ingin mengirit budget. Ada baiknya kita berkeliling dengan lebih teliti lagi. Sebab, saya juga menemukan rezeki yang tidak terkira. Di salah satu sudut pameran yang berbeda, tumpukan buku-buku second hand dengan kualitas yang masih layak dari beberapa penulis dapat kita pilih dan pilih dengan harga yang bikin hati adem. Hanya dengan $30 per exlempar. Dan malahan cukup dengan harga $100 untuk 5 exlempar buku. Bukankah ini lebih sesuatu. Hehe.
13429747071744408671
Sudut pameran.
13429747461848277916
Betsellers 40% off. Found it.
Berkeliling menikmati pameran, ada sedikit pertanyaan dalam hati saya. Kok Buku-buku  dari Indonesia tidak ada di antara counter-counter itu ya? Entahlah, memang tidak ikut pameran, atau saya saja yang memang kurang teliti melihat seluruh pameran yang ada.
Selamat menikmati musim panas. Selamat liburan. Dan selamat menikmati pameran.



Ani
Newterritories. 11.45PM

Sabtu, 21 Juli 2012

Buruh Migrant Berserikat, Bersatu Membela Hak BMI




Foto:  Ani Ramdhan




Dompet Dhuafa Hong Kong bekerja sama dengan UNIMIG (Union Migrant Indonesia ) menggelar acara “BMI Bicara Masa Depan”, Minggu 6 Mei 2012 di Tin Hau Art Center – Tin Hau.

Dalam acara tersebut turut menghadirkan narasumber di antaranya, H.M. Martri Agoeng (Angota DPR RI Komisi 9), Muhammad Iqbal (Presiden UNIMIG), Sumiati dari Komunitas Migran Indonesia (KOMI), dan Sringatin dari Indonesian Migrant Worker Union (IMWU).  Selain itu, tampil pula Utami dari GOLPINDO (Gabungan Olah Raga Putri Indonesia), Endang (perwakilan Organisasi Muslim Buruh Migran Indonesia di Hong Kong dari POSMIH), Susie Utomo (Forum Lingkar Pena Hong Kong), Pewarta BMI HK, serta bertugas selaku moderatornya ialah Bustomi.

Setelah sambutan mengawali acara, yang di buka oleh General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (GM DDHK), Ustadz Ahmad Fauzi Qosim , kemudian berlanjut dengan sambutan dari beberapa narasumber.

Memasuki sesi tanya jawab, para audience  sangat bersemangat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Beberapa pertanyaan tentang KTKLN, hak libur, gaji underpay  serta perlindungan hak-hak selama pra pemberangkatan, masa kerja dan setelah pulang ke Indonesia mengalir deras. Hal ini membuktikan bahwa selama ini  masih banyak permasalahan pelik yang menjadi bagian dari BMI. Baik itu yang sudah tercover atau belum.

“Kami mengharap, jika nantinya DPR akan membuka komunikasi dua arah, di antara BMI langsung dengan Pemerintah. Di mana hal ini untuk menghindari manipulasi berita yang terjadi di lapangan.” Harapan Susie Utomo kepada H.M Martri Agoeng, selaku perumus RUU Perubahan terhadap UU 39/2004 tentang Perlindungan dan Penempatan TKI di Luar Negeri.

Dalam kesempatan yang sama, diresmikan pelantikan pengurus UNIMIG Indonesia-Hong Kong oleh Presiden UNIMIG.   Di mana, UNIMIG sendiri sudah mempunyai perwakilan di beberapa Negara. Malaysia, Singapura, Taiwan dan Arab Saudi. Terpilih sebagai ketuanya ialah Pujiatun (Anggota Advokasi LPAM DDHK).  Dengan berserikat, diharapkan wawasan BMI semakin luas, sehingga dapat meminimalisasi setiap permasalahan yang mungkin terjadi.


Dimuat Majalah Iqro Hong Kong Edisi Juni 2012. ***AR***