Tampilkan postingan dengan label BMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BMI. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2013

Life and Loving Your Self



This pic was taken while i across the road in Tsuen Wan three years ago. This man is one of my inspiration in life to loving my self better. I've done one article in my own blog also because his passion. I've learned, at the the time, my life just seemed too complete. And maybe we have to break everything to make something better out of ourselves. Even pain can be teacher! 

Selamat Menempuh Hidup Baru

Foto: https://www.facebook.com/Ani310779?ref=tn_tnmn



Selamat. Ya, selamat. Jika saja aku bisa datang di hari itu. Hari  yang selalu  kau impi-impikan semenjak lama , aku ingin datang. Melihatmu bahagia. Mengucap kata selamat padamu. Menggenggam tanganmu, dan ingin sekali kutatap mata itu untuk terakhir kalinya. Sorot mata yang selalu teduh. Selalu membuatku ingin menangis ketika menatapmu.  Apa lagi yang kita tunggu, Nda? Bukankah pertanyaan itu selalu kau ulang-ulang?. Bahwa menikah memang bukan sesuatu yang rumit, tapi apa mau dikata jika memang perjalanan kita tidak berakhir pada satu muara.


Terimakasih.
Terimakasih sekali lagi. Untuk dua tahun yang telah kita lewati. Banyak orang yang mencibir kisah kita. Mempertanyakan kepastian hubungan kita, tetapi engkau selalu di sana. Bersamaku. Ya, jatuh cinta denganmu memang suatu anugerah.  Tak perlu orang lain tahu tentang apa yang sering kita sebut bahagia. Air mata yang sempat mengalir di mata kita, adalah bukti. Bahwa kita memang bahagia. Hingga akhirnya, realita kehidupan itu datang di hadapan mata. Selanjutnya, memang kita belum siap berada di sana. Di antara himpitan cerita suram  yang sering kita sengajakan untuk meletakkannya menjauh. Bahwa hidup tak melulu berbicara cinta. Masa depan, serta mimpi-mimpi yang selalu kita angkat dia setinggi gunung-gunung yang menjulang. Atau menyimpannya ke dalam almari besi yang kuncinya hanya aku dan kamu saja yang tahu.


Ah, sudahlah. Tak perlu kita bertanya-tanya lagi kenapa kok jadi begini. Bukankah yang hidup saja bisa mati. Apalagi dengan pertemuan? Jika pun perpisahan ini adalah jawaban dari doa-doa yang kita rapalkan, menerimanya adalah keputusan yang terbaik. Bukankah begitu?


Malam itu, aku melihat foto persiapan di pestamu. Kemudian foto selanjutnya adalah kamu bersamanya. Bersama wanita yang selama satu tahun ini telah datang mengisi harimu. Menggantikan posisiku di hatimu. Yang kemudian, wanita itu akan melukis pena yang berbeda pada kertas-kertas yang tersisa di hatimu, nanti. Dan mungkin saja, aku sempat salah melukis warna di sana. Ah, banyak orang mengira aku akan sakit. Banyak orang mengira aku akan terluka. Tetapi, apa buktinya. Tidak ada.  Ya, aku menjawabnya tidak ada. Setidaknya untuk saat itu.

Selamat Hidup Baru untukmu.
Sekali lagi selamat. Semoga dia memang wanita yang tepat untukmu. Untuk masa depanmu, dan kebahagiaanmu. Seperti mimpi-mimpi yang sempat kau bisikkan padaku, ketika itu.


Kenedy Town.20.05.2013

Rabu, 15 Mei 2013

Bertemu Omar Regan


Foto: Serving Islam Team HK

Omar Regan adalah Aktor Amerika, Komedian, Direktor yang dibesarkan di Detroid , Michigan. Dia memulai awal karirnya dengan menulis syair lagu sekitar usia 9 tahun. Kemudian pada bulan November 1999, Regan mulai melompat di atas panggung hiburan sebagai stand-up comedy di salah satu Klub local di kawasan Detroid. Menggeluti dunia komedi dengan segala seluk beluk dan perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya Regan menyadari bahwa dunia acting adalah bagian yang tak bisa lepas dari hidupnya.
Setelah bergelut dengan lakon komedi lokalnya, Omar Regan meninggalkan Detroit untuk kemudian hijrah ke Hollywood. Pada tahun 2001, Regan mendapat tawaran sebagai pemeran pengganti Chrish Tucker dalam filmnya Rush Our 2. 

 Melanjutkan perjalanannya, menginjak tahun 2007, Regan mendapatkan undangan untuk melaksanakan ibadah Haji bersama dengan beberapa artis muslim lainnya. Setelah perjalanan ibadah Haji itulah, kemudian Regan mengganti alih gaya komedinya; yang semula hanya ingin membuat orang lain tertawa dan bahagia, hingga kemudian dia ingin melakukan hal yang lebih. Sesuatu yang lebih mempunyai manfaat.


Tak ada niat baik yang jalannya akan dipersulit, sesuai janji-Nya, hingga inspirasi itu datang menghampiri. Memulai kembali menulis, tetapi kini dengan format yang berbeda; ia menulis tentang beberapa materi pendidikan tentang pengarahanhidup secara  islam yang dapat dibaca dari segala usia. Perjalanan hidup yang terus bergulir, membawa karirnya kemudian bergabung dengan beberapa comedian muslim lainnya, hingga kemudian mereka lebih dikenal di kalayak dengan sebutan; comedian halal.  

Pada tahun 2008, Regan berkesempatan mendatangi kembali kota suci Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji. Bertepatan saat itu, dia di wawancarai oleh TV Al-Jazeera, dan menjadi awal dari langkah karirnya di comedian halal. Setelah video tersebut di upload, jutaan viewer membludak dengan cepat  dari para penggemarnya di Youtube yang tersebar di beberapa negara. Semenjak itulah, dia mulai diundang untuk berbicara dan tampil di berbagai konvensi baik lokal maupun internasional, memberikan motivasi kepada kaum muda.


Dan akhirnya, setelah selama ini hanya bisa menjadi bagian dari jutaan fansnya yang dapat menikmati aksi kocaknya dari Youtube, kesempatan itu datang juga. Hehehe, saya sangat senang ketika itu.  #eh wajar kali yaaa, saya kan ngefans sama gaya kocaknya, tidak lebih kok :P

Sabtu sore, setelah kedatangannya di Hong Kong, Regan sempat mengupload salah satu ucapan selamat datangnya, dan begitu excitednya dia dengan perjalanannya di Hong Kong ini. Kemudian, saya sebagai followersnya, juga sempat komentar di foto yang dia upload,  welcome Hong Kong Brother Omar! tetapi kemudian tak ada balasan atau mention darinya. #sedikit kecewa siih!


Besoknya, pada Convention International; yang merupakan acara tahunan yang digelar oleh Serving Islam Team Hong Kong dan juga ada Omar Regan menjadi salah satu pembicarannya, saya tidak meninggalkan kesempatan itu. Sangat menikmati gaya kocaknya, dan ternyata tak beda jauh dengan apa yang selama ini saya sering tonton dari Youtube. Hingga akhirnya break shalat Zduhur datang, banyak orang berkerumun minta foto bersamannya. Tetapi saya hanya bisa menatapnya dari jarak yang lumayan dekat. Hehehe bukannya apa, saya takut berdesakkan dengan beberapa lelaki yang tubuhnya gede-gede seperti tiang listrik itu loooh cyiiiiiin J

Tapi kalau yang ini sihh, saya lebih senang menyebutnya keberuntungan kali ya. Atas saran seorang teman yang kebetulan menjadi panitia acara,  saya dan beberapa teman dari Indonesia mendapatkan kesempatan berfoto tanpa harus berdesakan dan antri lagi. Alhamdulillah, tidak ada kebahagiaan dari seorang penggemar selain bertemu orang yang digemari #eeeeh, kok jadi meloow gini siiih cyiiiin J


“Assalamualaikum brother Regan.”
“ Walaikumsalam warrahmatullah, aaahhhha, I know you. I remember you.” Dengan gayanya yang humble, dan bersahabat layaknya kawan lama yang berjumpa kembali, dan  tanpa pernah  saya kira, ternyata komentar saya semalam di salah satu postingan foto di Instagram mendapatkan  perhatiannya. #senangnyaaa saya.


“MasyaAllah, are you guys from Indonesia.” Dan perbincangan kami dalam beberapa hitungan menit kemudian  mengalir, membuat kami seakan kawan yang sangat dekat. Disaat saya nyeletuk kenapa akun saya di Instagram kok tidak di folback dia hanya menjawab santai; I will. Waktu shalat zduhur akhirnya mengakhiri perbincangan kami. Malamnya, setelah acara selesai, hape saya bergetar. Mentioned dari akun Intagram saya mengirimkan kabar gembira. Ehhh, cyiiin. Abang Omar Regan akhirnya Folback akun Instagram saya sesuai apa yang dia bilang. #weddduuuh biasa aja kaliii yaaaa. Kagak usah segitunyaaa kegirangan, la wong dia juga manusia biasa juga. Weduuuh, curhatnya berkepanjangan cyiiiin. Intinya siiih malam itu, saya tidur dengan perasaan nyaman dan tenang. Terimakasih Allah. What a wonderfull life! Selalamat tidur cyiiiiin J


Akhirnya, ketemu juga.





Majalah Iqro sampai juga di tangan Brother Omar Regan!


Kenedy Town. 16 May 2013.
Ani Ramdhan



Berbagi Bersama Mualaf Filippina





Dijembatani oleh Serving Islam Team Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong (DD-HK),  turut berbagi dengan menyerahkan Buku tuntunan belajar mengaji Iqro dengan para Mualaf dari Filippina yang berada di Hong Kong.  Ahad (10/3), acara yang digelar di Stanley itu dirangkai dengan suasana yang santai serta kekeluargaan. Acara out door yang merupakan rangkarain rutin bulanan dari kelas Serving Islam Team HK tersebut di hadiri oleh para murid yang sebagian besar Mualaf.  Tidak hanya dari Filippina saja, tetapi  mereka juga berasal  dari India, Mesir, Pakistan, Afrika, dan juga Arab.



“ Thank you so  much. What wonderful blessings of Allah. May Allah grant us all what is best for us in this life and hereafter!" Disampaikan dengan rasa haru oleh seorang Mualaf, setelah penerimaan beberapa exlempar Buku tuntunan mengaji Iqro.
Memasuki waktu dzuhur, kemudian acara berpusat menuju Masjid.  Karena Masjid Stanley  berada di lingkungan dalam Penjara Stanley, jadi tidak semua orang dapat masuk serta mengakses tempat ini secara bebas.  Hanya orang-orang tertentu yang sudah mempunyai izin yang dapat masuk ke lingkungan Masjid. Suasana Masjid yang bersih dan tenang semakin menambah hikmad para jamaah untuk melaksanakan solat dzuhur berjamaah. Setelah melaksanakan solat  dzuhur berjamaah, acara berlanjut dengan bimbingan gerakan solat lima waktu yang dipimpin Brother Wael Ibrahim dari Serving Islam Team Hong Kong.



Antusias yang luar biasa nampak dari beberapa Mualaf. Penjelasan tentang solat tidak hanya melalui teori saja, namun langsung dilakukan dengan melakukan praktek bersama. Dimulai dari posisi disaat kita berdiri diantara  jamaah, berlanjut dengan keselarasan posisi barisan atau shaf. Kemudian di awali dengan  niat, takbiratul ihrom, gerakan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, serta posisi yang benar menurut Islam ketika kita melakukan pergerakan posisi dari sujud ke tahiyat akhir.  Hingga berakhir dengan gerakan  salam.


 Setelah melaksanakan praktek solat, kemudian sesi tanya jawab pun tak luput dari antusias para Mualaf.  Berbagai hal yang masih belum dimengerti benar, ditanyakan oleh mereka dengan rasa ingin tahu yang luar biasa.  Acara ditutup dengan doa serta ramah tamah sebentar. Keindahan silaturahmi dalam Islam sangat nampak terasa. Tidak mengenal kulit, bahasa, serta asal muasal kebudayaan yang sangat jauh berbeda.  Mereka bersatu dengan keselarasan damai tanpa membeda. Semua seakan sirna dengan satu kata,  yakni Islam. 

Sabtu, 21 Juli 2012

Buruh Migrant Berserikat, Bersatu Membela Hak BMI




Foto:  Ani Ramdhan




Dompet Dhuafa Hong Kong bekerja sama dengan UNIMIG (Union Migrant Indonesia ) menggelar acara “BMI Bicara Masa Depan”, Minggu 6 Mei 2012 di Tin Hau Art Center – Tin Hau.

Dalam acara tersebut turut menghadirkan narasumber di antaranya, H.M. Martri Agoeng (Angota DPR RI Komisi 9), Muhammad Iqbal (Presiden UNIMIG), Sumiati dari Komunitas Migran Indonesia (KOMI), dan Sringatin dari Indonesian Migrant Worker Union (IMWU).  Selain itu, tampil pula Utami dari GOLPINDO (Gabungan Olah Raga Putri Indonesia), Endang (perwakilan Organisasi Muslim Buruh Migran Indonesia di Hong Kong dari POSMIH), Susie Utomo (Forum Lingkar Pena Hong Kong), Pewarta BMI HK, serta bertugas selaku moderatornya ialah Bustomi.

Setelah sambutan mengawali acara, yang di buka oleh General Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (GM DDHK), Ustadz Ahmad Fauzi Qosim , kemudian berlanjut dengan sambutan dari beberapa narasumber.

Memasuki sesi tanya jawab, para audience  sangat bersemangat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Beberapa pertanyaan tentang KTKLN, hak libur, gaji underpay  serta perlindungan hak-hak selama pra pemberangkatan, masa kerja dan setelah pulang ke Indonesia mengalir deras. Hal ini membuktikan bahwa selama ini  masih banyak permasalahan pelik yang menjadi bagian dari BMI. Baik itu yang sudah tercover atau belum.

“Kami mengharap, jika nantinya DPR akan membuka komunikasi dua arah, di antara BMI langsung dengan Pemerintah. Di mana hal ini untuk menghindari manipulasi berita yang terjadi di lapangan.” Harapan Susie Utomo kepada H.M Martri Agoeng, selaku perumus RUU Perubahan terhadap UU 39/2004 tentang Perlindungan dan Penempatan TKI di Luar Negeri.

Dalam kesempatan yang sama, diresmikan pelantikan pengurus UNIMIG Indonesia-Hong Kong oleh Presiden UNIMIG.   Di mana, UNIMIG sendiri sudah mempunyai perwakilan di beberapa Negara. Malaysia, Singapura, Taiwan dan Arab Saudi. Terpilih sebagai ketuanya ialah Pujiatun (Anggota Advokasi LPAM DDHK).  Dengan berserikat, diharapkan wawasan BMI semakin luas, sehingga dapat meminimalisasi setiap permasalahan yang mungkin terjadi.


Dimuat Majalah Iqro Hong Kong Edisi Juni 2012. ***AR***

Jumat, 20 Juli 2012

Mau dimanapun Tempatnya, Ramadhan Tetap Ada di Hati Kita.



Foto: Karya  Sinna Hermanto


Funying Cai Kai. Selamat datang Puasa. Welcome Ramadhan.


Memasuki akhir  minggu ke-tiga  di bulan Juli ini adalah hari yang sangat istimewa. Bagi saya sendiri, ataupun mereka yang memang mempunyai perasaan yang sama seperti yang saya rasakan.  Hari yang  mengawali setiap perubahan pada setiap insan. Untuk lebih baik, untuk lebih bisa memanfaatkan sedetik waktu yang bergulir agar senantiasa menjadikannya sebagai tambahan ibadah.


Informasi dari minggu-minggu lalu yang saya dapatkan , ialah kebingungan yang penuh praduga. Perbedaan hari awal tentang puasa ramadhan memang tak hanya terjadi di tanah air saja. Menurut informasi yang tersebar, KJRI Hong Kong memutuskan untuk mengawali shalat taraweh pada 19 Juli, atau malam Jumat. Jadi puasa ramadhan akan dimulai pada hari Jumat. Tetapi informasi yang lain, yakni Islamic Union of Hong Kong, akan mengawali puasa ramadhan pada 21 Juli 2012, yakni hari Sabtu.

Memanfaatkan fasilitas komunikasi facebook, akhirnya saya memperoleh kepastian berikutnya tentang keputusan hari pertama kapan puasa ramadhan akan dimulai untuk negara Hong Kong.  Informasi terbaru dari Islamic Union of Hong Kong, hasil sidang Isbath atau ijma' ulama Hong kong pukul 20.00 (pada hari kamis) ,sesuai hisab dan ru'yatul hilal memutuskan awal ramadhan di Hong Kong jatuh sabtu, 21 Juli 2012.  Jadi, awal ramadhan ini sama dengan keputusan Pemerintah Indonesia yang menetapkan masuknya bulan Ramadhan 1433 Hijriah adalah pada hari Sabtu.


Ah, alhamdulillah lega rasanya mendengar kabar yang mencerahkan ini.

Oh ya, mau narsis sedikit di lapak ini ya. Hehe. Tahun ini adalah tahun ke-tujuh saya menjalankan ibadah puasa di Hong Kong. Perbedaan yang sangat mencolok tentunya, sangat terasa jika kita mengambil perbandingan kondisi dengan pelaksanaan puasa di tanah air. Tetapi, menurut saya sendiri, perbedaan kondisi tersebut bukanlah sebuah hal yang menjadi beban. Justeru sebaliknya, kita berlakukan saja kondisi ini sama layaknya ketika kita di tanah air. Bahwa sesungguhnya pelaksanaan ibadah puasa itu bukanlah tergantung dari tempat serta kondisi di mana kita tinggal. Tetapi semua itu ada di sini. Di hati kita. Di kepercayaan dan keimanan kita. Jadi kenapa harus dijadikan beban?


Dan sudah dapat dipastikan, jika pelaksanaan puasa tahun ini akan berlangsung seperti tahun-tahun yang lalu, ataupun seperti enam tahun yang lalu. Summer. Musim panas dengan terik matahari yang terasa menyayat lapisan-lapisan kulit serta dahaga adalah masih sama. Dan juga kondisi kerja yang mungkin juga akan tetap sama. Tak ada toleransi untuk kita yang sedang berpuasa. Setidaknya anggap saja  ini adalah ujian kita. Ujian di mana kita akan belajar untuk berlaku jujur terhadap diri sendiri. Sebenarnya tujuan kita berpuasa itu apa?


Marhabban Ya Ramadhan. Semoga setiap detik lelah yang kita perjuangkan jauh dari keluarga ini akan mendapatkan balasan dari-Nya. Terhitung sebagai ibadah, Insy Allah.


Mohon maaf lahir dan batin untuk semua khilaf-khilaf diri ini. Semoga ramadhan ini dapat melunakkan hati kita. Membawa hikmah dalam setiap langkah yang kita kayuhkan.  Wallahu’allam.



Ani Ramdhan
5.50 PM/ 20.07.2012

Kamis, 19 Juli 2012

Secarik Resah



foto: koleksi pribadi


Januari Minggu pertama. Awal tahun yang mengasyikan. Diibaratkan, kondisiku sekarang ini seperti mendapatkan  durian runtuh. Rejeki yang tidak pernah terkira. Cihuuuuy, ada dua hari berturut-turut untuk melepas kepenatan yang sudah nyembul di pelataran angan. Minggu pagi yang dingin.  Tidak ada alasan untukku bermalas-malasan di atas ranjang. Meskipun tadi malam baru dapat jatah tidur setelah larut tengah malam. Jam setengah tiga. Tubuhku baru mendapatkan hak untuk istirahat, setiap akhir pekannya.


Kebiasaan majikanku memang tidak pernah berubah. Atau mungkin dengan sengaja tidak mau merubahnya. Ah, entahlah. Selalu ada pesta setiap akhir pekan. Mengundang beberapa kawan, kerabat, juga  kolega bisnisnya yang datang dari Beijing.

“Di rumah kami ada banyak orang  loh, cece !” Kalimat itu keluar dari sing sang ketika kami melakukan interview sebelum tanda tangan kontrak kerja baru di Agentku.

“Hoak. Mou man dhai.” Seketika aku mengiyakan ketika majikan lelakiku memberi warning jika bekerja di rumahnya pasti akan terasa  berat.  Siapkah?

Bukannya tanpa alasan aku mengiyakan tawaran itu. Lou Sang. Bapak Agencyku yang sangat ramah,  adalah alasannya sehingga aku berani mengambil tawaran bekerja di rumah majikanku. Referensi yang sangat meyakinkan. Jika memang majikanku itu orangnya baik,  menjadikanku semakin yakin untuk menaruhkan nasib pada selembar kertas hijau itu. Kontrak dua tahunan yang akan menentukan cerita baru apa lagi yang akan terukir. Bismillah.

Ini adalah kontrak kedua selama aku bekerja di Hong Kong. Mengingat kontrak pertama, nasib yang menghampiriku sangat kurang beruntung. Sebenarnya pekerjaanya tidak begitu berat. Hanya merawat satu anak majikan saja.  Tapi, selama dua tahun itu aku sangat tertekan. Kondisi fisikku sangat memprihatinkan. Berat badanku turun drastis akibat lelah batin serta fisik. Bahkan aku sempat tidak menstruasi selama lima bulan berturut-turut karena kondisi di tempat kerjaku  semakin membuat hari-hariku stress berat. Tidak ada hari tanpa makian dari kedua majikanku. Dari subuh ketemu subuh. Sumpah serapah,  serta kata-kata kotor yang sangat menyakitkan menjadi menu tak terelakkan setiap harinya. Kerja apapun selalu dibilang salah dan tidak bersih. Bahkan mereka dengan sengaja memasang beberapa kamera di setiap sudut rumah dengan alasan untuk mengawasi kinerjaku merawat  anak semata wayangnya.


Ya Allah, aku sering menangis tanpa bisa mengeluarkan air mata ketika itu.  Itupun hanya berani kulakukan di kamar mandi saja. Karena mereka tidak pernah bekerja, dan  seharian terus berada di rumah utuk mengawasiku.  Pernah suatu ketika, badai angin topan tingkat delapan menerpa Hong Kong. Dibarengi hujan yang sangat lebat ketika itu. Majikan perempuanku menyuruhku untuk mencuci lantai teras dengan menyikat satu persatu garis pemisah keramiknya.  Kan sekarang lagi hujan, jadi kita bisa mengirit penggunaan airnya. Kilah majikanku. Aku kembali tak bisa menolaknya. Dengan derai air mata, aku melaksanakan perintah majikanku. Basah kuyup tubuhku oleh guyuran air hujan selama kurang lebih dua jam. Dingin tubuhku menggigil oleh hembusan angin topan yang tanpa sungkan, langsung menembus kulitku.

Ini adalah pengalaman pertamaku memulai bekerja di Hong Kong. Tetapi sudah seberat itu ujian yang diberikan padaku. Jangankan untuk sholat. Buku Yassin saja waktu itu disita dengan paksa dan dibuang di tempat sampah. Dan aku hanya bisa terdiam tanpa bisa melawan. Sudah semenjak awal aku dilarang untuk menggunakan HP. Begitu juga untuk sekedar berbincang dengan mbak-mbak yang lain, ketika kami sama-sama mengantar anak ke Sekolah. Aku diawasi dengan super ketat. Sekali lagi aku hanya diam. Termasuk ketika dalam dua tahun itu, aku sama sekali tak pernah mengerti hari libur. Tak pernah tahu apa yang terjadi di luaran sana. Serta kabar apa yang sedang memanas di gedung-gedung tinggi negaraku, Indonesia. Aku sama sekali buta berita. Tak tahu sama sekali tentang Hong Kong. Bahkan, kabar keberadaanku di Hong Kong pun, hanya beberapa kali kukirim ke kampung halaman. Pun setelah aku dapat pertolongan seorang wanita paruh baya, yang rumah majikannya tepat di samping kiri rumah majikanku.  Meskipun terasa sangat berat, alhamdulillah  aku menahan sesak itu sampai dua tahun. Ya Allah, sungguh ini sangat melelahkan.

Menembus kabut putih yang masih tebal.  Mengenakan empat potong pakaian serta sepotong jaket kulit yang dulu kubeli  dengan harga diskon besar-besaran di salah satu toko di  kawasan Jordan.   Aku melenggang. Tapi masih saja hawa dingin itu mampu menembus lapisan kulit tropisku. Bahkan ketika aku berbicara. Nampak keluar sembulan-sembulan asap dari dalam mulutku. Ah, sepertinya Hong Kong akan turun salju. Gumam hatiku ngawur ketika merasakan dingin memang sangat kejam menggilas pertahanan pori-pori kulitku.  

Causeway Bay sepagi ini masih nampak sepi. Jam delapan pagi aku sudah duduk di salah satu bangku cokelat tua yang warnanya sudah memudar.
Mendadak datang tergopoh seseorang dengan dandanan yang rame. Warna rambutnya merah menyala. Bajunya sangat stylist banget. Anak gaul kalau bahasa kerennya.
“Pagi mbak, libur?” Tanyaku mengakrabkan diri.
“Aku baru keluar dari majikan mbak. Nge-break.” Jawabnya dengan nafas tersenggal.
“Ha, kenapa mbak. Ada masalah?” Selidikku iseng penasaran.
“Majikanku cerewet mbak. Nggak dikasih makan. Tiap hari ditungguin terus. Nggak boleh pakai HP. Duh, apalagi lap top ku mbak. Ngangkrak! Nggak bisa chatingan, dong! hehe” Urainya cuek.

Nah lo, aku kaget dengan jawabannya yang semau gue itu. Emang ke Hong Kong mau ngapain  mbak? Mau chatingan? Telfonan? Atau mau dapat uang, tapi nggak usah pakai kerja? Hah, hatiku mendadak protes.

“Koran mbak.” Datang seseorang lagi duduk di bangku sebelahku, sambil menyodorkan Koran berbahasa Indonesia yang biasanya di peroleh secara gratis itu.

Aryati. BMI asal Blitar. Tergeletak koma selama seminggu karena disiksa majikan. Menjadi headline Minggu awal tahun yang menyesakkan. Dadaku berdesir membacanya, sementara seseorang yang duduk di sebelahku lagi sangat bertolak belakang nasibnya dengan Aryati. Hah, bukan maksud hati ingin dia seperti Aryati. Tetapi apakah dia tidak pernah berfikir seandainya nasibnya suatu saat nanti bisa menjadi Aryati, Aryati yang lainnnya? Bagaimana?

Aku lanjutkan membaca tuntas kasus Aryati. Selembar foto seorang wanita yang tengah terkulai di atas ranjang pesakitan itu semakin membuat siapa saja yang membacanya menjatuhkan iba. Lembar ke dua kulanjutkan. Pandangan mataku berhenti pada sebuah rubrik dengan tinta tebal berwarna hitam. Kolom Sastra. Sebuah kutipan dengan huruf miring berwarna biru memikat hatiku.

“Inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Kalau tidak ada kepentingan, kan seharusnya kita tidak tegang dan kaget.” 
 Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara

Ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Kalimat ini membiusku pelan. Ikhlas? Apakah  selama ini aku sudah ikhlas? Bahkan ketika jatah tidur malamku berkurang, aku selalu menggerutu?



Tulisan ini adalah curhatan dari seseorang teman. 
Dimuat di  Majalah  Iqro Hong Kong Rubrik Curhat edisi Februari 2012.
*Ani Ramdhan