Senin, 20 Mei 2013
Life and Loving Your Self
This pic was taken while i across the road in Tsuen Wan three years ago. This man is one of my inspiration in life to loving my self better. I've done one article in my own blog also because his passion. I've learned, at the the time, my life just seemed too complete. And maybe we have to break everything to make something better out of ourselves. Even pain can be teacher!
Selamat Menempuh Hidup Baru
| Foto: https://www.facebook.com/Ani310779?ref=tn_tnmn |
Selamat. Ya, selamat. Jika saja aku bisa datang di hari itu.
Hari yang selalu kau impi-impikan semenjak lama , aku ingin
datang. Melihatmu bahagia. Mengucap kata selamat padamu. Menggenggam tanganmu,
dan ingin sekali kutatap mata itu untuk terakhir kalinya. Sorot mata yang
selalu teduh. Selalu membuatku ingin menangis ketika menatapmu. Apa
lagi yang kita tunggu, Nda? Bukankah pertanyaan itu selalu kau ulang-ulang?.
Bahwa menikah memang bukan sesuatu yang rumit, tapi apa mau dikata jika memang
perjalanan kita tidak berakhir pada satu muara.
Terimakasih.
Terimakasih sekali lagi. Untuk dua tahun yang telah kita
lewati. Banyak orang yang mencibir kisah kita. Mempertanyakan kepastian hubungan
kita, tetapi engkau selalu di sana. Bersamaku. Ya, jatuh cinta denganmu memang
suatu anugerah. Tak perlu orang lain
tahu tentang apa yang sering kita sebut bahagia. Air mata yang sempat mengalir
di mata kita, adalah bukti. Bahwa kita memang bahagia. Hingga akhirnya, realita
kehidupan itu datang di hadapan mata. Selanjutnya, memang kita belum siap berada di sana. Di antara himpitan cerita suram yang sering kita sengajakan untuk meletakkannya menjauh. Bahwa hidup tak melulu berbicara cinta. Masa
depan, serta mimpi-mimpi yang selalu kita angkat dia setinggi gunung-gunung
yang menjulang. Atau menyimpannya ke dalam almari besi yang kuncinya hanya aku
dan kamu saja yang tahu.
Ah, sudahlah. Tak perlu kita bertanya-tanya lagi kenapa kok
jadi begini. Bukankah yang hidup saja bisa mati. Apalagi dengan pertemuan? Jika
pun perpisahan ini adalah jawaban dari doa-doa yang kita rapalkan, menerimanya
adalah keputusan yang terbaik. Bukankah begitu?
Malam itu, aku melihat foto persiapan di pestamu. Kemudian
foto selanjutnya adalah kamu bersamanya. Bersama wanita yang selama satu tahun
ini telah datang mengisi harimu. Menggantikan posisiku di hatimu. Yang
kemudian, wanita itu akan melukis pena yang berbeda pada kertas-kertas yang
tersisa di hatimu, nanti. Dan mungkin saja, aku sempat salah melukis warna di
sana. Ah, banyak orang mengira aku akan sakit. Banyak orang mengira aku akan
terluka. Tetapi, apa buktinya. Tidak ada.
Ya, aku menjawabnya tidak ada. Setidaknya untuk saat itu.
Selamat Hidup Baru untukmu.
Sekali lagi selamat. Semoga dia memang wanita yang tepat
untukmu. Untuk masa depanmu, dan kebahagiaanmu. Seperti mimpi-mimpi yang sempat
kau bisikkan padaku, ketika itu.
Kenedy Town.20.05.2013
Rabu, 15 Mei 2013
Bertemu Omar Regan
Omar
Regan adalah Aktor Amerika, Komedian, Direktor yang dibesarkan di Detroid ,
Michigan. Dia memulai awal karirnya dengan menulis syair lagu sekitar usia 9
tahun. Kemudian pada bulan November 1999, Regan mulai melompat di atas panggung
hiburan sebagai stand-up comedy di
salah satu Klub local di kawasan Detroid. Menggeluti dunia komedi dengan segala
seluk beluk dan perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya Regan menyadari
bahwa dunia acting adalah bagian yang tak bisa lepas dari hidupnya.
Setelah bergelut
dengan lakon komedi lokalnya, Omar Regan meninggalkan Detroit untuk kemudian
hijrah ke Hollywood. Pada tahun 2001, Regan mendapat tawaran sebagai pemeran
pengganti Chrish Tucker dalam filmnya Rush Our 2.
Melanjutkan perjalanannya, menginjak tahun
2007, Regan mendapatkan undangan untuk melaksanakan ibadah Haji bersama dengan
beberapa artis muslim lainnya. Setelah perjalanan ibadah Haji itulah, kemudian Regan
mengganti alih gaya komedinya; yang semula hanya ingin membuat orang lain
tertawa dan bahagia, hingga kemudian dia ingin melakukan hal yang lebih.
Sesuatu yang lebih mempunyai manfaat.
Tak ada
niat baik yang jalannya akan dipersulit, sesuai janji-Nya, hingga inspirasi itu
datang menghampiri. Memulai kembali menulis, tetapi kini dengan format yang
berbeda; ia menulis tentang beberapa materi pendidikan tentang pengarahanhidup
secara islam yang dapat dibaca dari
segala usia. Perjalanan hidup yang terus bergulir, membawa karirnya kemudian
bergabung dengan beberapa comedian muslim lainnya, hingga kemudian mereka lebih
dikenal di kalayak dengan sebutan; comedian halal.
Pada tahun 2008, Regan berkesempatan
mendatangi kembali kota suci Mekah untuk melaksanakan ibadah Haji. Bertepatan
saat itu, dia di wawancarai oleh TV Al-Jazeera, dan menjadi awal dari langkah
karirnya di comedian halal. Setelah video tersebut di upload, jutaan viewer
membludak dengan cepat dari para
penggemarnya di Youtube yang tersebar di beberapa negara. Semenjak itulah, dia
mulai diundang untuk berbicara dan tampil di berbagai konvensi baik lokal maupun
internasional, memberikan motivasi kepada kaum muda.
Dan
akhirnya, setelah selama ini hanya bisa menjadi bagian dari jutaan fansnya yang
dapat menikmati aksi kocaknya dari Youtube, kesempatan itu datang juga. Hehehe,
saya sangat senang ketika itu. #eh wajar
kali yaaa, saya kan ngefans sama gaya kocaknya, tidak lebih kok :P
Sabtu
sore, setelah kedatangannya di Hong Kong, Regan sempat mengupload salah satu
ucapan selamat datangnya, dan begitu excitednya dia dengan perjalanannya di Hong
Kong ini. Kemudian, saya sebagai followersnya, juga sempat komentar di foto
yang dia upload, welcome Hong Kong Brother Omar! tetapi kemudian tak ada balasan
atau mention darinya. #sedikit kecewa siih!
Besoknya,
pada Convention International; yang
merupakan acara tahunan yang digelar oleh Serving Islam Team Hong Kong dan juga
ada Omar Regan menjadi salah satu pembicarannya, saya tidak meninggalkan
kesempatan itu. Sangat menikmati gaya kocaknya, dan ternyata tak beda jauh
dengan apa yang selama ini saya sering tonton dari Youtube. Hingga akhirnya
break shalat Zduhur datang, banyak orang berkerumun minta foto bersamannya.
Tetapi saya hanya bisa menatapnya dari jarak yang lumayan dekat. Hehehe
bukannya apa, saya takut berdesakkan dengan beberapa lelaki yang tubuhnya
gede-gede seperti tiang listrik itu loooh cyiiiiiin J
Tapi
kalau yang ini sihh, saya lebih senang menyebutnya keberuntungan kali ya. Atas
saran seorang teman yang kebetulan menjadi panitia acara, saya dan beberapa teman dari Indonesia
mendapatkan kesempatan berfoto tanpa harus berdesakan dan antri lagi.
Alhamdulillah, tidak ada kebahagiaan dari seorang penggemar selain bertemu
orang yang digemari #eeeeh, kok jadi meloow gini siiih cyiiiin J
“Assalamualaikum brother Regan.”
“ Walaikumsalam warrahmatullah,
aaahhhha, I know you. I remember you.”
Dengan gayanya yang humble, dan bersahabat layaknya kawan lama yang berjumpa
kembali, dan tanpa pernah saya kira, ternyata komentar saya semalam di
salah satu postingan foto di Instagram mendapatkan perhatiannya. #senangnyaaa saya.
“MasyaAllah, are you guys from
Indonesia.” Dan
perbincangan kami dalam beberapa hitungan menit kemudian mengalir, membuat kami seakan kawan yang
sangat dekat. Disaat saya nyeletuk kenapa akun saya di Instagram kok tidak di folback dia hanya menjawab santai; I will. Waktu shalat zduhur akhirnya
mengakhiri perbincangan kami. Malamnya, setelah acara selesai, hape saya
bergetar. Mentioned dari akun Intagram saya mengirimkan kabar gembira. Ehhh,
cyiiin. Abang Omar Regan akhirnya Folback akun Instagram saya sesuai apa yang
dia bilang. #weddduuuh biasa aja kaliii yaaaa. Kagak usah segitunyaaa
kegirangan, la wong dia juga manusia biasa juga. Weduuuh, curhatnya
berkepanjangan cyiiiin. Intinya siiih malam itu, saya tidur dengan perasaan
nyaman dan tenang. Terimakasih Allah. What
a wonderfull life! Selalamat tidur cyiiiiin J
![]() |
| Akhirnya, ketemu juga. |
![]() |
| Majalah Iqro sampai juga di tangan Brother Omar Regan!
Kenedy Town. 16 May 2013.
Ani Ramdhan
|
Berbagi Bersama Mualaf Filippina
Dijembatani
oleh Serving Islam Team Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong (DD-HK), turut berbagi dengan menyerahkan Buku tuntunan
belajar mengaji Iqro dengan para Mualaf dari Filippina yang berada di Hong
Kong. Ahad (10/3), acara yang digelar di
Stanley itu dirangkai dengan suasana yang santai serta kekeluargaan. Acara out door yang merupakan rangkarain rutin
bulanan dari kelas Serving Islam Team HK tersebut di hadiri oleh para murid
yang sebagian besar Mualaf. Tidak hanya
dari Filippina saja, tetapi mereka juga
berasal dari India, Mesir, Pakistan, Afrika,
dan juga Arab.
“ Thank
you so much. What wonderful blessings of Allah. May Allah grant us all what is best for us in this life and hereafter!" Disampaikan dengan
rasa haru oleh seorang Mualaf, setelah penerimaan beberapa exlempar Buku
tuntunan mengaji Iqro.
Memasuki
waktu dzuhur, kemudian acara berpusat menuju Masjid. Karena Masjid Stanley berada di lingkungan dalam Penjara Stanley,
jadi tidak semua orang dapat masuk serta mengakses tempat ini secara bebas. Hanya orang-orang tertentu yang sudah
mempunyai izin yang dapat masuk ke lingkungan Masjid. Suasana Masjid yang
bersih dan tenang semakin menambah hikmad para jamaah untuk melaksanakan solat
dzuhur berjamaah. Setelah melaksanakan solat dzuhur berjamaah, acara berlanjut dengan
bimbingan gerakan solat lima waktu yang dipimpin Brother Wael Ibrahim dari
Serving Islam Team Hong Kong.
Antusias
yang luar biasa nampak dari beberapa Mualaf. Penjelasan tentang solat tidak
hanya melalui teori saja, namun langsung dilakukan dengan melakukan praktek
bersama. Dimulai dari posisi disaat kita berdiri diantara jamaah, berlanjut dengan keselarasan posisi
barisan atau shaf. Kemudian di awali
dengan niat, takbiratul ihrom, gerakan
ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, serta posisi yang benar menurut Islam
ketika kita melakukan pergerakan posisi dari sujud ke tahiyat akhir. Hingga berakhir dengan gerakan salam.
Setelah melaksanakan praktek solat,
kemudian sesi tanya jawab pun tak luput dari antusias para Mualaf. Berbagai hal yang masih belum dimengerti
benar, ditanyakan oleh mereka dengan rasa ingin tahu yang luar biasa. Acara ditutup dengan doa serta ramah tamah
sebentar. Keindahan silaturahmi dalam Islam sangat nampak terasa. Tidak
mengenal kulit, bahasa, serta asal muasal kebudayaan yang sangat jauh berbeda. Mereka bersatu dengan keselarasan damai tanpa membeda.
Semua seakan sirna dengan satu kata, yakni Islam.
Senin, 23 Juli 2012
Berkunjung ke Hong Kong Book Fair
| Foto: Ani Ramdhan |
Minggu 22 Juli 2012 , saya berkesempatan berkunjung ke Hong Kong Book Fair. Pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC). Event yang selalu ditunggu-tunggu oleh mereka pecinta buku. Biasanya, di Hong Kong sendiri acara ini digelar pada bulan Juli. Dan untuk tahun ini, Hong Kong Book Fair dibuka semenjak tanggal 18-24 Juli 2012. Dengan mengusung sebuah tema, yakni “Reading the World, We Read Therefore We Know.”
Bertepatan hari ke dua bulan puasa di Hong Kong, cuaca yang sangat panas, agak sedikit berkurang karena datangnya anginTyphone tingkat 1. Tetapi bukan berarti, suasana pameran akan terasa sejuk dan adem karena AC yang terus menyala. Ribuan pengunjung padat berjubel semenjak antrian di luar yang mengular dan terjaga ketat oleh barisan-barisan Polisi. Diikuti oleh 530 stand pameran dari 20 negara, pameran ini menjadi sebuah daya tarik liburan musim panas bagi keluarga-keluarga di Hong Kong. Karena pada bulan Juli ini, para pelajar di Hong Kong sudah memasuki liburan musim panas. Dan akan kembali ke bangku Sekolah setelah liburan musim panas, yakni pada awal bulan September.
Bertempat di Hong Kong Convention and Exhition Centre 1 Harbour Road, Wanchai, pameran bisa dinikmati sesuai jadwal waktu yang telah ditentukan.
FAIR DATE
|
OPENING HOURS
|
18-19 July 2012 (Wed-Thur)
|
10am-10pm
|
20-21 July 2012 (Fri-Sat)
|
10am-12 midnight
|
22-23 July 2012 (Sun-Mon)
|
10am-10pm
|
24 July 2012 (Tue)
|
9am-5pm
|
Sementara untuk pembelian tiket masuknya, terbagi menjadi dua waktu. Untuk pengunjung yang datang dibawah jam 12 siang, maka harga tiket dapat diperoleh dengan hanya membayar $10 per lembar. Berlaku sama antara orang dewasa dan anak-anak. Sementara bagi pengunjung yang datang di atas jam 12 siang, maka harga perlembar tiketnya berbandrol $25, berlaku untuk dewasa. Dan harga $10 perlembar tiketnya tetap diberlakukan untuk anak-anak. Tidak hanya itu, Hong Kong Book Fair sendiri, juga mendirikan counter pembelian tiket khusus bagi penyandang cacat yang diterbitkan oleh Biro perburuhan dan kesejahteraan dengan harga $10 per lembarnya. Pelayanan kenyamanan konsumen yang menurut saya sangat melegakan.
Tiket
Satu hal yang terlihat sangat unik dan sepertinya ini memang diwajibkan bagi siapa saja yang berkunjung ke Book Fair. Ialah tentengan tas-tas ransel yang besar serta troli-troli yang biasa digunakan untuk mengangkat barang berat ketika belanja. Bahkan, ada di antara mereka yang sengaja membawa Koper besar, sama seperti ketika kita hendak bepergian ke luar kota.
Kemudahan fasilitas lainnya juga disedikan oleh pengelola acara Book Fair. Bagi pengunjung yang membeli buku dalam jumlah banyak dan tidak membawa Troli, dan terasa berat untuk membawa pulang dalam jumlah yang sedemikian, maka dapat memanfaatkan fasilitas pengiriman barang yang counternya juga sudah tersedia di salah satu sudut jalan menuju exit. Dan juga tersediannya Kafetaria di dalam ruangan pameran, di mana pengunjung tidak perlu bersusah payah harus keluar masuk ruangan hanya untuk membeli air.
Sudut pameran.
Sudut pameran.
Sudut pameran.
Berada di antara ribuan buku-buku. Berjubel di antara gerak cepat dan sikut-sikut bahu memang merupakan sensasi sendiri ketika kita berada di sebuah pameran buku. Ketika saya berkeliling dari satu counter ke counter lain, ditemani seorang teman, Aulia, sempat berhenti di salah satu stand pameran buku dari India. Ternyata tidak hanya Buku yang mereka pamerkan. Tetapi juga merupakan tampilan beberapa kebudayaan. Terdapat beberapa volunteer yang sedang melukis Inai atau biasa disebut Henna. Dikenakan tarif $30 per orang bagi mereka yang berkeinginan untuk mencoba lukisan tangan dengan corak cantik yang biasanya lebih sering saya lihat pada acara pengantin mempelai wanita di film-film India. Dan juga, tiga orang yang sedang menyanyi dalam bahasa India, tetapi secara wajah mereka nampak bukan dari orang India asli. Tetapi wajah mereka adalah wajah orang barat.
Chant Hare Krishna and Be Happy. Hare Krishna. Hare Krishna. Diiringi dengan Tabla, Daburka, nyanyian itu berlangsung dengan nada sama, dan terus berulang. Tergelitik dengan apa yang dinyanyikan, saya bertanya kepada salah seoarang wanita India yang berada di counter tersebut. Apa arti dari lagu yang dinyanyikan, kok nadanya tetap sama serta berulang? Dan dia dengan senang hati menjelaskan, jika Hare itu dalam bahasa India berarti Indah. Dan Krisna itu berarti Tuhan. Jadi arti dari keseluruhan, yang dapat saya fahami, adalah mereka menyanyikan pujian, bahwa Tuhan itu sebenarnya indah. Maka berbahagialah.
Chant Hare Krishna and Be Happy.
Berminat melukis Henna? Hanya $30.
Berada dalam satu gedung yang sangat luas, antrian berjubel serta kebisingan saling tawar yang seperti lebah sudahlah pasti membuat sesiapa saja pengunjung berkeinginan untuk segera memilih buku, mengantri di kasir, kemudian pergi. Eiiits, tunggu dulu ya. Janganlah tergesa-gesa memilih dan membayar. Ada baiknya kita menyengajakan melihat-lihat dulu secara harga dari satu counter ke counter lainnya. Membandingkannya untuk kemudian membelinya. Karena saya sudah membuktikan. Buku Tuesday With Morrie yang saya temui di counter pertama berbandrol harga $78 per exlempar. Tetapi pada sudut berlawanan counter dengan jarak langkah yang lumayan jauh dapat saya temui karya-karya Mitch Albom berjejer dengan karya-karya best seller lainnya dengan harga yang sangat berbeda. Yakni seharga $120 untuk 3 exlempar Buku. Nah,lo. Bukankah ini sesuatu banget. Hehe.
Karya-karya Mitch Albom.
Sudut pameran.
Dan satu lagi, kalau kita ingin mengirit budget. Ada baiknya kita berkeliling dengan lebih teliti lagi. Sebab, saya juga menemukan rezeki yang tidak terkira. Di salah satu sudut pameran yang berbeda, tumpukan buku-buku second hand dengan kualitas yang masih layak dari beberapa penulis dapat kita pilih dan pilih dengan harga yang bikin hati adem. Hanya dengan $30 per exlempar. Dan malahan cukup dengan harga $100 untuk 5 exlempar buku. Bukankah ini lebih sesuatu. Hehe.
Sudut pameran.
Betsellers 40% off. Found it.
Selamat menikmati musim panas. Selamat liburan. Dan selamat menikmati pameran.
Ani
Newterritories. 11.45PM
Sabtu, 21 Juli 2012
Buruh Migrant Berserikat, Bersatu Membela Hak BMI
![]() |
| Foto: Ani Ramdhan |
Dompet Dhuafa Hong Kong bekerja
sama dengan UNIMIG (Union Migrant
Indonesia ) menggelar
acara “BMI Bicara Masa Depan”, Minggu 6 Mei 2012 di Tin Hau Art Center – Tin
Hau.
Dalam acara tersebut turut menghadirkan
narasumber di antaranya, H.M.
Martri Agoeng (Angota DPR RI Komisi 9), Muhammad Iqbal (Presiden UNIMIG),
Sumiati dari Komunitas Migran Indonesia (KOMI), dan Sringatin dari Indonesian
Migrant Worker Union (IMWU). Selain itu,
tampil pula Utami dari GOLPINDO (Gabungan Olah Raga Putri Indonesia), Endang
(perwakilan Organisasi Muslim Buruh Migran Indonesia di Hong Kong dari POSMIH),
Susie Utomo (Forum Lingkar Pena Hong Kong), Pewarta BMI HK, serta bertugas
selaku moderatornya ialah Bustomi.
Setelah sambutan mengawali acara, yang di buka oleh General
Manager Dompet Dhuafa Hong Kong (GM DDHK), Ustadz Ahmad Fauzi Qosim , kemudian berlanjut dengan sambutan dari
beberapa narasumber.
Memasuki sesi tanya jawab, para audience sangat bersemangat untuk tidak melewatkan
kesempatan ini. Beberapa pertanyaan tentang KTKLN, hak libur, gaji underpay serta perlindungan hak-hak selama pra
pemberangkatan, masa kerja dan setelah pulang ke Indonesia mengalir deras. Hal ini membuktikan
bahwa selama ini masih banyak permasalahan
pelik yang menjadi bagian dari BMI. Baik itu yang sudah tercover atau belum.
“Kami mengharap, jika nantinya DPR akan
membuka komunikasi dua arah, di antara BMI langsung dengan Pemerintah. Di mana
hal ini untuk menghindari manipulasi berita yang terjadi di lapangan.” Harapan
Susie Utomo kepada H.M Martri Agoeng, selaku perumus RUU Perubahan terhadap UU 39/2004 tentang
Perlindungan dan Penempatan TKI di Luar Negeri.
Dalam kesempatan yang sama, diresmikan pelantikan pengurus
UNIMIG Indonesia-Hong Kong oleh Presiden UNIMIG. Di mana,
UNIMIG sendiri sudah mempunyai perwakilan di beberapa Negara. Malaysia,
Singapura, Taiwan dan Arab Saudi. Terpilih sebagai ketuanya ialah Pujiatun
(Anggota Advokasi LPAM DDHK). Dengan
berserikat, diharapkan wawasan BMI semakin luas, sehingga dapat meminimalisasi
setiap permasalahan yang mungkin terjadi.
Dimuat Majalah Iqro Hong Kong Edisi Juni 2012. ***AR***
Jumat, 20 Juli 2012
Mau dimanapun Tempatnya, Ramadhan Tetap Ada di Hati Kita.
![]() |
| Foto: Karya Sinna Hermanto |
Funying
Cai Kai. Selamat datang Puasa. Welcome Ramadhan.
Memasuki
akhir minggu ke-tiga di bulan Juli ini adalah hari yang sangat istimewa.
Bagi saya sendiri, ataupun mereka yang memang mempunyai perasaan yang sama
seperti yang saya rasakan. Hari
yang mengawali setiap perubahan pada
setiap insan. Untuk lebih baik, untuk lebih bisa memanfaatkan sedetik waktu
yang bergulir agar senantiasa menjadikannya sebagai tambahan ibadah.
Informasi
dari minggu-minggu lalu yang saya dapatkan , ialah kebingungan yang penuh
praduga. Perbedaan hari awal tentang puasa ramadhan memang tak hanya terjadi di
tanah air saja. Menurut informasi yang tersebar, KJRI Hong Kong memutuskan
untuk mengawali shalat taraweh pada 19 Juli, atau malam Jumat. Jadi puasa
ramadhan akan dimulai pada hari Jumat. Tetapi informasi yang lain, yakni Islamic
Union of Hong Kong, akan mengawali puasa ramadhan pada 21 Juli 2012, yakni hari
Sabtu.
Memanfaatkan
fasilitas komunikasi facebook, akhirnya saya memperoleh kepastian berikutnya
tentang keputusan hari pertama kapan puasa ramadhan akan dimulai untuk negara Hong Kong . Informasi
terbaru dari Islamic Union of Hong Kong, hasil sidang Isbath atau ijma' ulama
Hong kong pukul 20.00 (pada hari kamis) ,sesuai hisab dan ru'yatul hilal
memutuskan awal ramadhan di Hong Kong jatuh
sabtu, 21 Juli 2012. Jadi, awal ramadhan
ini sama dengan keputusan Pemerintah Indonesia yang menetapkan masuknya
bulan Ramadhan 1433 Hijriah adalah pada hari Sabtu.
Ah,
alhamdulillah lega rasanya mendengar kabar yang mencerahkan ini.
Oh
ya, mau narsis sedikit di lapak ini ya. Hehe. Tahun ini adalah tahun ke-tujuh
saya menjalankan ibadah puasa di Hong Kong .
Perbedaan yang sangat mencolok tentunya, sangat terasa jika kita mengambil
perbandingan kondisi dengan pelaksanaan puasa di tanah air. Tetapi, menurut
saya sendiri, perbedaan kondisi tersebut bukanlah sebuah hal yang menjadi
beban. Justeru sebaliknya, kita berlakukan saja kondisi ini sama layaknya
ketika kita di tanah air. Bahwa sesungguhnya pelaksanaan ibadah puasa itu
bukanlah tergantung dari tempat serta kondisi di mana kita tinggal. Tetapi
semua itu ada di sini. Di hati kita. Di kepercayaan dan keimanan kita. Jadi
kenapa harus dijadikan beban?
Dan
sudah dapat dipastikan, jika pelaksanaan puasa tahun ini akan berlangsung
seperti tahun-tahun yang lalu, ataupun seperti enam tahun yang lalu. Summer.
Musim panas dengan terik matahari yang terasa menyayat lapisan-lapisan kulit
serta dahaga adalah masih sama. Dan juga kondisi kerja yang mungkin juga akan
tetap sama. Tak ada toleransi untuk kita yang sedang berpuasa. Setidaknya
anggap saja ini adalah ujian kita. Ujian
di mana kita akan belajar untuk berlaku jujur terhadap diri sendiri. Sebenarnya
tujuan kita berpuasa itu apa?
Marhabban
Ya Ramadhan. Semoga setiap detik lelah yang kita perjuangkan jauh dari keluarga
ini akan mendapatkan balasan dari-Nya. Terhitung sebagai ibadah, Insy Allah.
Mohon
maaf lahir dan batin untuk semua khilaf-khilaf diri ini. Semoga ramadhan ini
dapat melunakkan hati kita. Membawa hikmah dalam setiap langkah yang kita kayuhkan.
Wallahu’allam.
Ani
Ramdhan
5.50
PM/ 20.07.2012
Langganan:
Postingan (Atom)









